"Suatu ketika seorang musafir sedang melanjutkan perjalanannya guna menuntut ilmu,dari satu guru ke guru lainnya.
Ditengah perjalanan tibalah ia disuatu tempat, karena merasa lelah dilihatnya ada sebuah pohon apel yg berbuah cukup lebat,kemudian mendekatlah dia bermaksud beristirahat di bawah pohon apel tersebut. Ia melihat apel yang terjatuh dari pohonnya, dalam benaknya mungkin apel tersebut bisa menghilangkan sedikit dahaga yang ia rasa, diambilah apel tersebut dan ia makan. Tiba-tiba Hatinya berkecambuk bertanya - tanya, "siapakah pemilik pohon apel ini,berdosakah aku memakan buah apel ini tanpa ijin terlebih dahulu?"
Belum habis rasa gundahnya,ia pun tertidur di bawah pohon apel tersebut.
Dan dalam tidurnya ia bermimipi dibawa ke suatu tempat yang sangat mengerikan. "Sungguh tempat yang sangat mengerikan,ujarnya" .
Disana ia bertemu sosok yang misterius, yang mengatakan "pergilah,kembalilah temui pemilik pohon apel tersebut,mintalah maaf padanya,tebuslah kesalahanmu"
Dengan kaget terbangunlah musafir ini, sontak ia bergegas mencari si pemilik pohon apel tersebut.
Cukup lama ia mencari hingga ia tiba disuatu ladang,didapatinya seorang lelaki tua renta sedang bercocok tanam, musafir tersebut lantas bertanya "wahai bapak tua,apakah engkau pemilik pohon apel disana?" Si kakek tua pun menjawab "ya betul,akulah pemiliknya"
Kembali musafir menjawab "sungguh aku ingin memohon maaf karena telah memakan buah apel itu tanpa seizinmu, izinkan aku menebus kesalahanku walaupun harus menjadi budakmu seumur hidup." Sikakek menyaut "apakah engkau serius dengan perkataanmu itu?" "Ya aku serius,jawab musafir"
"Baiklah aku maafkan,tapi ada satu syarat yang kau harus penuhi?" Ujar si kakek, dengan kaget sang musafir bertanya "apa itu wahai kakek tua?"
Menikahlah dengan putriku, namun ia cacat, buta ,tuli,dan bisu apakah kau bersedia?
Sang musafir pun tertegun lama untuk menjawabnya,namum karena tekadnya yang ingin menebus kesalahannya ia pun menyanggupi syarat tersebut "baiklah aku akan menikahi putrimu itu" jawab musafir.
Dibawanyalah ia ke anak dari si pemilik pohon apel tersebut, dan ternyata masya allah.. sungguh cantik lagi baik akhlak si perempuan tersebut.
Cacat tidak pernah pergi ke tempat maksiat,buta disini selalu menundukan pandangannya, bisu tidak pernah berkata kotor
"Hadiah yang indah dari kejujuran"
Ditengah perjalanan tibalah ia disuatu tempat, karena merasa lelah dilihatnya ada sebuah pohon apel yg berbuah cukup lebat,kemudian mendekatlah dia bermaksud beristirahat di bawah pohon apel tersebut. Ia melihat apel yang terjatuh dari pohonnya, dalam benaknya mungkin apel tersebut bisa menghilangkan sedikit dahaga yang ia rasa, diambilah apel tersebut dan ia makan. Tiba-tiba Hatinya berkecambuk bertanya - tanya, "siapakah pemilik pohon apel ini,berdosakah aku memakan buah apel ini tanpa ijin terlebih dahulu?"
Belum habis rasa gundahnya,ia pun tertidur di bawah pohon apel tersebut.
Dan dalam tidurnya ia bermimipi dibawa ke suatu tempat yang sangat mengerikan. "Sungguh tempat yang sangat mengerikan,ujarnya" .
Disana ia bertemu sosok yang misterius, yang mengatakan "pergilah,kembalilah temui pemilik pohon apel tersebut,mintalah maaf padanya,tebuslah kesalahanmu"
Dengan kaget terbangunlah musafir ini, sontak ia bergegas mencari si pemilik pohon apel tersebut.
Cukup lama ia mencari hingga ia tiba disuatu ladang,didapatinya seorang lelaki tua renta sedang bercocok tanam, musafir tersebut lantas bertanya "wahai bapak tua,apakah engkau pemilik pohon apel disana?" Si kakek tua pun menjawab "ya betul,akulah pemiliknya"
Kembali musafir menjawab "sungguh aku ingin memohon maaf karena telah memakan buah apel itu tanpa seizinmu, izinkan aku menebus kesalahanku walaupun harus menjadi budakmu seumur hidup." Sikakek menyaut "apakah engkau serius dengan perkataanmu itu?" "Ya aku serius,jawab musafir"
"Baiklah aku maafkan,tapi ada satu syarat yang kau harus penuhi?" Ujar si kakek, dengan kaget sang musafir bertanya "apa itu wahai kakek tua?"
Menikahlah dengan putriku, namun ia cacat, buta ,tuli,dan bisu apakah kau bersedia?
Sang musafir pun tertegun lama untuk menjawabnya,namum karena tekadnya yang ingin menebus kesalahannya ia pun menyanggupi syarat tersebut "baiklah aku akan menikahi putrimu itu" jawab musafir.
Dibawanyalah ia ke anak dari si pemilik pohon apel tersebut, dan ternyata masya allah.. sungguh cantik lagi baik akhlak si perempuan tersebut.
Cacat tidak pernah pergi ke tempat maksiat,buta disini selalu menundukan pandangannya, bisu tidak pernah berkata kotor
"Hadiah yang indah dari kejujuran"


SOCIALIZE IT →